Selawat dan Salam kepada junjungan Besar Nabi Muhammad SAW Penghulu segala Nabi-nabi. Salam sejahtera kepada semua yang ada di sini. Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.
Apa yang ada di sekeliling kita ketika ini jika diperhatikan ianya sangat menginsafkan. Allah jadikan semua ini sebagai pengajaran dalam hidup. Dari kecil kita diasuh oleh orang tua. Tiba masa saatnya dia pergi meninggalkan kita. Menunjukkan dunia ini tidak kekal untuk selamanya. Sampai masa kita akan pergi jua. Harta yang kita ada kian habis dan ditambah lagi oleh Allah agar kita dapat uruskan keluarga. Setiap harta itu akan dihitung. Orang-orang di sekeliling kita kian membesar dan berusia... semuanya berubah. Ramai sudah yang telah pergi. Kadang-kadang kita rasa menyendiri dalam keriuhan dunia. Usia kita kian berlalu. Umur bertambah dari hari ke hari. Oh... Dunia ini sangat menginsafkan.
Jika terleka dengan apa yang kita ada di dunia ini maka nanti kita yang akan rugi. Seharusnya dan sewajarnya di setiap saat dalam kotak pemikiran kita ada Allah. Kerana Dia kita hidup dan untuk Dia kita hidup dan kepada Dia kita akan pergi. Apa yang Dia inginkan kepada kita adalah sebuah pengabdian. Perhambaan.
Jadilah hamba kepada Tuhan. Bukan kepada selain Dia. Dia suruh kita hidup sebagai penghuni dunia. Dia suruh mentaati Dia dalam semua perkara. Dia suruh solat dan kita pun bersolat. Dia suruh kita bekerja mencari nafkah untuk diri dan keluarga maka kita bekerja. Dia suruh kita belajar memahami ayat-ayatNya maka kita pun belajar.
Jadilah hamba yang baik... malah yang paling baik. Hamba yang baik adalah yang banyak memberi manfaat kepada orang lain. Kalau tidak ada harta untuk diberikan pada orang maka bantulah dengan tenaga dan kata-kata sokongan. Ketika tiada apa-apa untuk diberikan maka jangan menyusahkan orang lain. Jangan dilawan kejahatan dengan kejahatan. Malah kejahatan yang didepankan kepada kita selalulah lawan dengan kebaikan. Itulah akhlak yang sangat mulia yang Nabi Muhammad SAW (insan contoh ikutan kita semua) tunjukkan kepada kita.
Niatkan selalu dalam hati, kita inginkan kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat seperti yang kita selalu impikan dalam doa kita "Rabbana aatina fiddunia hasanah wafil aakhirati hasanah waqina 'azabannar". Orang yang inginkan dunia ini dipenuhi dengan kebaikan maka taburkan benih-benih kebaikan bermula dengan diri sendiri tanpa menunggu kebaikan itu datang dari orang lain yang memulakannya. Tanamkan juga benih-benih amal soleh untuk mendapat hasanah di akhirat.
Segala puji bagi Allah Tuhan Tuan Punya sekelian alam. Syukur padaMu yang memberi pada kami nikmat hidup ini. InsyaAllah di kesempatan ini kami akan menjadi hambaMu yang baik... yang paling baik... insyaAllah.
Tuesday, 18 November 2014
Tuesday, 14 October 2014
Isteri Nabi Ayyub digoda iblis
Iblis
memperhatikan Nabi Ayyub as dalam keadaan yang sudah sangat parah itu tidak
meninggalkan adat kebiasaannya, ia tetap beribadah, berzikir, dan tidak
mengeluh atau mengaduh, ia hanya menyebut nama Allah memohon ampun dan
lindungan-Nya bila ia merasakan sakit. Iblis, merasa kesal dan jengkel melihat
ketabahan hati Nabi Ayyub as menanggung derita dan kesabarannya menerima
berbagai musibah dan ujian. Iblis kehabisan akal, tidak tahu apa lagi yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuannya merusak akidah dan iman Nabi Ayyub as.
Ia lalu meminta bantuan fikiran para sekutunya, apa yang harus dilakukan lagi
untuk menyesatkan Nabi Ayyub setelah segala usahanya tidak membuahkan hasil
Bertanyalah
iblis kepada sekutunya : “Di manakah kepandaianmu dan tipu dayamu yang ampuh
serta kelicikanmu menyebar benih was-was dan ragu ke dalam hati manusia yang
biasanya tidak pernah sia-sia?
kemudian
sekutu iblis menjawab : “Engkah telah berhasil mengeluarkan Adam dari syurga,
bagaimanakah engkau lakukan itu semuanya sampai berhasilnya tujuan mu itu?”
“Dengan
membujuk isterinya,” jawab iblis
“jika
demikian, lakukan siasat itu dan terapkanlah pada Nabi Ayyub as, hembuskan
racunmu ke telinga isterinya yang tampak sudah agak kesal merawatnya, namun
masih tetap patuh dan setia” jawab sekutu.
“Benar
dan tepat fikiranmu itu,hanya tinggal itu satu satunya jalan yang belum aku
coba. Pasti kali ini degan cara menghasut isterinya aku akan berhasil
melaksanakan maksudku selama ini” jawab iblis
Dengan
rencana barunya pergilah iblis mendatangi isteri Ayyub, menyamar sebagai
seorang kawan lelaki dari suaminya. Ia berkat kepada isteri Nabi Ayyub yang
bernama Rahmah itu : “Apa kabar dan bagaimana keadaan suamimu saat ini?”
Seraya
mengarahkan jari telunjukknya ke arah suaminya, Rahmah berkata kepada iblis yang
menyamar sebagai teman Nabi Ayyub “Itulah dia terbaring menderita kesakitan,
namun mulutnya tidak berhenti-hentinya berzikir menyebut nama Allah. Ia masih
berada dalam keadaan parah, mati tidak, hidup pun tidak”
Kata-kata
isteri Ayyub itu menimbulkan harapan bagi iblis bahawa, kali ini ia akan
berhasil maka diingatkanlah isteri Nabi Ayyub as akan masa mudanya di mana ia
hidup dengan suaminya dalam keadaan sehat, bahagia dan makmur dan
diingatkannya kenang-kenangan dan kemesraan. Kemudian keluarlah iblis dari rumah
Nabi Ayub meninggalkan isteri Nabi Ayyub as duduk termenung seorang diri,
mengenang masa lampaunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraaan hidupnya,
membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderitaan dan musibah
dialaminya, yang dimulai dengan musnahnya kekayaan dan harta benda, disusul
dengan kematian puteranya, dan kemudian yang terakhir diikuti oleh penyakit
suaminya yang parah dan sangat menjemukan itu. Isteri Nabi Ayyub as merasa
kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya yang terbaring sakit, tiada
sahabat, tiada kerabat, semua menjauhi mereka karena takut tertular penyakit
kulit Nabi Ayyub.
Seraya
menarik nafas panjang datanglah isteri Nabi Ayyub mendekati suaminya yang
sedang menderita kesakitan dan berbisik-bisik kepadanya :
“wahai
sayangku, sampai bilakah engkau tersika oleh Tuhanmu ini? Di manakah
kekayaanmu, putera-puteramu, sahabat-sahabatmu di kawan-kawan terdekatmu? Oh,
alangkah syahdunya masa lampau kita, usia muda, badan sehat, kebahagiaan dan
kesejahteraan hidup tersedia, dikelilingi oleh keluarga dan terulang kembali
masa yang manis itu? mohonlah wahai Ayyub dari Tuhanmu, agar kita dibebaskan
dari segala penderitaan dan musibah yang berpanjangan ini”
Berkatalah
Nabi Ayyub as menjawab keluhan isterinya itu,
“wahai
isteriku yang kusayangi, engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa
lalu, menangisi anak-anak kita yang telah meninggal diambil oleh Allah dan
engkau minta aku memohon kepada Alla agar kita dibebaskan dari kesengsaraan dan
penderitaaan yang kita alami saat ini. Aku hendak bertanya kepadamu, berapa
lama kita tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu?”,
Istrinya
menjawab “Lapan puluh tahun”
“Lalu
berapa lama kita telah hidup dalam penderitaan ini?” tanya Nabi Ayyub
“Tujuh
tahun” jawab sang isteri
Nabi
Ayyub melanjutkan jawapannya “Aku malu, memohon dari Allah membebaskan kita dari
kesengsaraan dan penderitaan yang telah kita alami belum sepanjang masa
kejayaan yang telah Allah kurniakan pada kita. Sepertinya engkau telah termakan
hasutan dan bujukan syaitan, sehingga mulai menipis imanmu dan berkesal hati
menerima takdir dan hukum Allah. Tunggulah ganjaranmu kelak ketika aku telah
sembuh dari penyakitku dan kekuatan badanku pulih kembali. Aku akan mencambukmu
seratus kali. Dan sejak detik ini aku haramkan dariku makan dan minum dari
tanganmu atau menyuruh engkau melakukan sesuatu untukku. Tinggalkanlah aku
seorang diri di tempat ini sampai Allah menentuknya takdir-Nya.
Setelah
ditinggalkan oleh isterinya yang diusir, selanjutnya Nabi Ayyub as tinggal
seorang diri di rumah, tiada sanak saudara, tiada anak dan tidak ada isteri. Ia
bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih
sayang-Nya. Ia berdoa sebagaimana tertera dalam Al quran:
“Dan
ingatlah akan hamba kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-Nya: Sesungguhnya aku
diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan” (Surah Shad : ayat 41)
Allah
menerima doa Nabi Ayyub as yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan
iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan bujukan
iblis. Allah mewahyukan firman kepadanya : “Hantamkanlah kakimu, inilah air
yang sejuk untuk mandi dan untuk minum” (Surah Shad : ayat 42)
Dengan
izin Allah setelah dilaksanakan petunjuk Nya itu, sembulah segera Nabi Ayyub as
dari penyakitnya, semua luka-luka kulitnya menjadi kering dan segala rasa pedih
hilang, seolah-olah tidak pernah terasa olehnya. Ia bahkan kembali menampakkan
lebih sehat dan lebih kuat dari pada sebelum ia menderita.
Saat itu ketika isterinya yang telah diusir dan
meninggalkan dia seorangg diri ditempat tinggalnya yang terasing, jauh dari
jiran, dan jauh dari keriuhan kota, merasa tidak sampai hati lebih lama berada
jauh dari suaminya. Isteri Nabi Ayyub pun kembali, namun ia hampir tidak
mengenali Nabi Ayyub, karena ketika ia kembali, ia melihat bukanlah Nabi Ayyub
as yang sakit seperti yang ia tinggalkan sebelumnya. Namun Nabi ayub yang mudah
belia, segar bugar, sehat seakan akan tidak pernah sakit dan menderita. Ia
segera memeluk suaminya seraya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan
rahmat dan kurniaanNya mengembalikan kesihatan suaminya bahkan lebih baik dari
pada sebelumnya,
Melihat kedatangan Rahmah, Ayyub bergembira. Namun Nabi Ayyub masih teringat dengan sumpahnya yang ingin memukul Rahmah
seratus kali. Dalam kebimbangan untuk melaksanakan sumpah atau tidak, kerana
kasihan kepada isterinya yang sudah menunjukkan kesetiaannya dan mengikutinya di
dalam segala duka dan deritanya. Nabi Ayyub bingung antara dua perasaan,
di satu sisi ia merasa wajib melaksanakan sumpahnya, namun di satu sisi ia
merasa bahawa isterinya yang setia dan berbakti itu tidak patut menjalani hukuman
seberat itu,
Ayyub menangkap firman Tuhan yang berbunyi :
“Ambillah lidi seratus batang dan pukulkan isterimu sekali saja! dengan
demikian, tertebuslah sumpahmu”
Di buku cerita islami versi lain, ada yang menerjemahkan
firman Tuhan kepada Ayyub sebagai berikut :
“Dan ambillah dengan tanganmu seikit (rumput), maka
pukullah dengan itu dan jangnlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya kami dapat
dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya di amat
taat (kepada Tuhannya).
Sehingga Nabi Ayyub tidak memukul Rahmah, istri yang
setia itu sebanyak 100 kali. namun dengan seikat rumput / lidi yang berjumlah
seratus dan dipukulkan dua kali saja, untuk melaksanakan janjinya itu sewaktu
sakit.
Isteri Nabi Ayub as merupakan wanita yang sholehah, ia
berbuat sesuatu bukan kerana sifatnya yang buruk, namun kerana digoda oleh
syaitan. dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Cerita Nabi Ayub as selanjutnya dianugrahi banyak anak
oleh Allah SWT. di antara anak laki-laki ada yang bernama Basyar yang
juga dikenal dengan nama Dzulkifli, selanjutnya ia juga menjadi Nabi utusan
Allah seperti ayahnya yang sabar yaitu Nabi Dzulkifli.
Itulah
penjelasan yang panjang lebar mengenai cerita nabi ayub as, beliau merupakan
salah satu hamba Allah yang paling sabar. Ia telah mengalami berbagai cobaan
yang luar biasa, tapi iman dan aqidahnya tidak tergadaikan, tetap terjaga.
Semoga Allah berkenan menganugrahi kesabaran kepada kita seperti yang
dianugerahkan kepada nabi Ayyub. Aamiin.
Rujukan: http://ceritaislami.net/cerita-nabi-ayub-as-menjalani-cobaan-berat-dimiskinkan-dikucilkan-diberi-penyakit/
Monday, 13 October 2014
Syaitan... Musuh Yang Nyata!
Ada
banyak ayat al-Quran yang menyatakan bahawa syaitan itu musuh yang nyata bagi
manusia. Semua itu adalah amaran dari Allah SWT kepada kita supaya tidak
mengikuti jejak langkahnya. Jika bukan Quran, apa lagi yang kita dapat ambil
sebagai panduan? Mari kita semak dan kaji ayat-ayat Allah ini kerana semua ini
ada kaitan dengan kehidupan kita.
Surah Al-A’raf ayat 22
"Dengan sebab itu dapatlah ia menjatuhkan mereka berdua (ke dalam larangan) dengan tipu dayanya. Setelah mereka memakan (buah) pohon itu, terdedahlah kepada mereka berdua aurat masing-masing, dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun (dari) Syurga. Serta Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pokok itu, dan Aku katakan kepada kamu, bahawa syaitan itu adalah musuh kamu yang nyata?”
Dalam surah Yusuf ayat 5 Allah berfirman:-
Bapanya berkata: "Wahai anakku! Janganlah engkau menceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, kerana aku khuatir mereka akan menjalankan sesuatu rancangan jahat terhadapmu. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata."
Dalam surah Isra' ayat 53 pula, Allah menyatakan bahawa:-
Dan katakanlah (wahai Muhammad) kepada hamba-hambaKu (yang beriman), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik (kepada orang-orang yang menentang kebenaran); sesungguhnya syaitan itu sentiasa menghasut di antara mereka (yang mukmin dan yang menentang); sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang amat nyata bagi manusia"
Firman Allah SWT lagi dalam surah yasin ayat 60;
Bukankah Aku telah perintahkan kamu wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah syaitan? Sesungguhnya dia musuh yang nyata terhadap kamu!
Manakala dalam surah Al-Baqarah ayat 168 Allah SWT berfirman:-
Wahai sekalian manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik dan janganlah kamu ikut jejak syaitan; kerana sesungguhnya syaitan itu ialah musuh yang terang nyata bagi kamu.
Surah
Az-Zukhruf ayat 62 pula Allah berfirman:
Dan
janganlah syaitan menghalang kamu (daripada menurut yang benar); sesungguhnya
syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu.
Surah Al-Anam ayat 142;
"Dan di antara binatang-binatang ternak itu, ada yang dijadikan untuk pengangkutan, dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari apa yang telah dikurniakan oleh Allah kepada kamu, dan janganlah kamu menurut jejak langkah syaitan; kerana sesungguhnya syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata."
Dalam surah Al-Qasas ayat 15
"Dan masuklah ia ke bandar (Mesir) dalam masa penduduknya tidak menyedarinya, lalu didapatinya di situ dua orang lelaki sedang berkelahi, – seorang dari golongannya sendiri dan yang seorang lagi dari pihak musuhnya. Maka orang yang dari golongannya meminta tolong kepadanya melawan orang yang dari pihak musuhnya; Musa pun menumbuknya lalu menyebabkan orang itu mati. (pada saat itu) Musa berkata: “Ini adalah dari kerja syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang menyesatkan, yang nyata (angkaranya) “
Surah Fatir
ayat 6 pula:
"Sesungguhnya syaitan adalah musuh bagi kamu, maka jadikanlah dia musuh (yang mesti dijauhi tipu dayanya); sebenarnya dia hanyalah mengajak golongannya supaya menjadi dari penduduk neraka."
Allah mengajar kita membaca ayat ini untuk meminta perlindungan
dari syaitan iaitu dalam surah Al-Mu'minun ayat 97:
"Dan katakanlah: Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari
hasutan syaitan-syaitan"
Al-Baqarah ayat 208:
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama
Islam (dengan mamatuhi) segala hukum-hukumnya dan janganlah kamu menurut jejak
langkah syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh bagi kamu yang terang
nyata."
Sejarah manusia dengan syaitan ini bermula semenjak manusia
dijadikan. Syaitan meminta dari Allah untuk menghasut manusia sehingga
melakukan kejahatan dan derhaka pada Allah iaitu sehingga tidak melakukan
kebaikan serta ibadah kepada Allah, meninggalkan suruhanNya dan melakukan
laranganNya, sehingga manusia bermusuhan dan berbunuhan, sehingga berlaku
perpecahan disebabkan hal-hal yang kecil dan sebagainya.
Kita lihat apa yang terjadi kepada Nabi Adam AS dan isterinya Siti
Hawa. Syaitan beberapa kali berusaha untuk keduanya melakukan apa yang Allah
larang tapi tidak berjaya. Kerana apa yang Allah pesan itu adalah secara jelas
dan nyata. Maka syaitan menjelma dengan nyata dan pergi kepada Siti Hawa untuk
menghasut dan mengelirukannya. Syaitan itu mengatakan bahawa sebenarnya Allah
melarang kamu berdua makan buah khuldi kerana Dia hendak menghantarkan kamu ke
dunia. Sedangkan jika kamu makan buah ini maka kamu akan hidup kekal di syurga.
Maka Siti Hawa tergoda dengan hasutan dari syaitan yang menjelma sebagai
makhluk yang nyata. Tidak terlintas sama sekali bahawa yang datang itu adalah
syaitan. Akan tetapi yang nyata adalah godaan syaitan itu merupakan sesuatu
yang bertentangan dengan apa yang Allah suruh. Jadi, segala apa yang
bertentangan dengan apa yang Allah suruh itu sebenarnya dari bawaan syaitan.
Kita lihat pula apa yang terjadi kepada Nabi Yusof AS. Ketika Nabi
Yusof AS menceritakan tentang apa yang dia nampak dalam mimpi kepada
ayahandanya Nabi Yaakob AS, ayahandanya itu berpesan supaya jangan diceritakan
kepada adik-beradiknya yang lain kerana bimbang perkara buruk akan berlaku
kepada Nabi Yusof AS. Dalam al-Quran menceritakan bahawa:-
"Bapanya berkata: "Wahai anakku! Janganlah engkau menceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, kerana aku khuatir mereka akan menjalankan sesuatu rancangan jahat terhadapmu. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata."
Disebut dalam ayat itu kekhuatiran akan berlaku rancangan jahat dari kalangan anak-anaknya kerana dia tahu bahawa anak-anak ada hasad dengki dan rasa tidak puas hati kepada Nabi Yusof. Mereka sering beranggapan bahawa ayah mereka lebih kasihkan kepada Nabi Yusof dari mereka. Di akhir ayat itu disebut bahawa syaitan adalah musuh yang nyata. Ayat itu menunjukkan bahawa rasa perasaan hasad dengki itu dipadu oleh syaitan yang sentiasa mencari jalan untuk melakukan perpecahan di kalangan manusia.
Memang syaitan itu tidak nampak tetapi sifat yang tidak baik seperti hasad itu adalah dari syaitan dan perkara ini adalah nyata lagi jelas. Syaitan itu sentiasa menghasut dan membisikkan api perbalahan di kalangan manusia. Dengan adanya hasad dalam hati maka syaitan akan lebih mudah masuk dalam hati.
Islam adalah agama yang menyeru kepada kebaikan dan kesejahteraan. Agama yang bersumberkan daripada Allah. Manakala Syaitan pula menyeru kepada kejahatan dan kederhakaan kepada Allah SWT. Matlamat Allah SWT utuskan nabi-nabi untuk menyampaikan ajaran dari Allah iaitu perintah-perintah dan larangan-larangan agar manusia dapat hidup dengan harmoni sesama manusia. Manakala matlamat syaitan pula adalah untuk menyesatkan manusia dan berusaha membawa manusia ke neraka. Manusia yang mengikuti syaitan akan bersama syaitan di dalam neraka. Manakala untuk orang yang mengikut ajaran Allah dan nabi akan masuk syurga. InsyaAllah.
Pada kisah Nabi Yusof AS itu diceritakan bahawa saudara-saudaranya berbincang untuk membuat rencana jahat kepada Nabi Yusof. Namun dalam perbincangan tersebut mereka tidak menemukan jalan terbaik untuk memisahkan Nabi Yusof dan ayah mereka. Berbagai cadangan diutara namun tidak ada satu yang sesuai. Ketika itu datang syaitan yang berupa orang tua memberi cadangan. Cadangan syaitan itu diterima oleh semua saudara mereka. Ya, syaitan menjelma secara jelas untuk menyusahkan para nabi dan orang-orang soleh. Syaitan sentiasa mencari jalan untuk memesong perhatian manusia kepada hidup mengabdikan diri kepada Allah serta membuatkan manusia rasa taat kepada nafsu dan perasaannya sendiri. Sering kali manusia hanya mengikut rasa dan fikirannya. Apa yang betul dengan nafsunya dia akan buat dan apa yang bercanggah dengan nafsu dan perasaannya akan segera ditolak tanpa memikirkan sudut syariah dan akhlak yang Nabi ajar.
Begitu juga dengan kisah yang terjadi kepada Junjungan Besar kita Nabi Muhammad SAW ketika sebelum berlaku hijrah. Nabi SAW dipersetujui oleh kaum musyrikin quraisy supaya dibunuh oleh pakatan kabilah-kabilah arab. Semasa perbincangan kaum tersebut juga mereka didatangi oleh syaitan yang berupa manusia dan mengajar mereka supaya melakukan pembunuhan oleh pemuda-pemuda dari setiap kabilah supaya tidak ada pertanggungjawaban kepada hanya satu-satu kabilah sahaja malah semua mengambil bahagian. Dengan cara yang demikian mudah-mudahan kes pembunuhan itu tidak dibawa ke muka pengadilan kerana semua mereka bersetuju untuk membunuh Nabi SAW.
Biarpun demikian, sama ada kisah Nabi Yusof AS dan Kisah Nabi Muhammad SAW Allah Maha Kuasa di atas setiap Makhluknya. Perancangan Allah lagi bijaksana. Allah akan menjadikan kesulitan menjadi kemudahan kepada hamba-hambanya yang Dia inginkan demikian. Kita sebagai hambaNya mesti berpegang teguh dengan penuh tawakkal pada Allah di samping berusaha bersungguh-sungguh supaya tidak sedikitpun hilang waktu kita dengan tidak beribadat kepadaNya dan tidak melupaiNya. Apa pun yang berlaku kita mesti teguh beriman pada Allah. Allah akan beri yang terbaik untuk hamba-hambaNya yang sentiasa berdoa.
Syaitan itu kuat tetapi Allah lagi Kuat. Kita sebagai makhlukNya dan hambaNya mesti percaya bahawa Allah boleh melindungi kita dari kejahatan dan godaan syaitan. Pintalah selalu dari Allah perlindungan dari kejahatan syaitan. Amalkan ayat-ayat quran yang diajarkan oleh Nabi SAW seperti 3 Qul, ayat kursi dan lain-lain. InsyaAllah Allah dan malaikatNya akan membantu.
Dalam kehidupan kita banyak sekali gangguan dan bisikan syaitan yang menyuruh melakukan hal-hal kerosakan dan maksiat. Syaitan akan mengelirukan kita dengan membawa kepada sifat-sifat yang buruk dalam diri iaitu seperti ujub, takabbur, sum'ah, hasad dan macam-macam lagi. Kesan dari godaan syaitan dapat dilihat pada anak-anak yang tidak taat pada ibu bapa dan tidak menghargai mereka. Anak-anak lebih menuruti perasaan dari menurut ajaran agama. Kadang-kadang berlaku derhaka kepada orang tua kerana anak-anak pentingkan diri sendiri. Lebih mencari kepuaasan sendiri. Padahal. Mentaati orang tua itu wajib berbanding mengikut hawa nafsu sendiri. Tawaduk atau sifat untuk tunduk taat pada Allah yang menyuruh kita menghormati ibu bapa hilang kerana kita digoda oleh syaitan yang mengawal perasaan kita. Kita jangan lupa peranan syaitan di situ. Begitu juga perempuan yang tidak mentaati suami padahal Allah yang meyuruhnya mentaati suami. Melanggar arahan Allah adalah haram dan berdosa. Awas syaitan sentiasa berusaha untuk menceraikan pasangan yang berkahwin kerana Allah. Lelaki-lelaki pula sering melakukan maksiat dan dosa dalam kehidupannya. Jika kita menghayati kehidupan berugama maka kelalaian itu menjadi peluang untuk syaitan memandu hidup kita. Maka perbanyakan ibadah. Jika kita sedar apa yang sedang kita lakukan adalah perkara buruk maka ketahuilah semua itu dari godaan syaitan yang menyesatkan. Sentiasalah menambah ilmu agama dan mendekatkan diri dengan orang-orang soleh supaya mereka boleh menyedarkan kita.
Kesimpulannya, apa yang penting kita mesti mesti mengenali musuh kita yang disebut oleh Allah dalam al-Quran iaitu iblis dan syaitan. Kita mesti sentiasa menginginkan keredhaan Allah dan ingin sentiasa mentaati Allah dan Rasulullah SAW. kerana tujuan kita di dunia ini hanya untuk mendapatkan keredhaanNya dan SyurgaNya. "Allahumma inna nas'aluka ridhaka wal jannah, wana'uzubika sakhatika wannar".
Wallahu a'alam!
Wednesday, 1 October 2014
Doa dijauhkan dari hasutan syaitan
Salam alaik... mari kita sama-sama mengamalkan doa untuk berlindung dari hasutan syaitan yang menjadi musuh manusia selamnya.
Sila baca buku yang ditulis oleh Ust. Hafiz Firdaus
http://www.hafizfirdaus.com/ebook/Tipudaya/kandungan.htm
Semoga ada manfaat...
Thursday, 18 September 2014
Bangga...
Semangat jihad ini sepatutnya sangat dekat dengan jiwa setiap muslim bagi memastikan umat kita tidak mudah diratah dan ditindas. kita mempunyai semangat kental untuk berjuang untuk menegakkan kebenaran.
Aku bangga sebab dia berani dan dia adalah anak melayu. wahai orang-orang kafir... kami akan bangun seperti dia jika kamu menindas kami. anak melayu akan bangkit seperti dia. kami bukan bangsa penakut.
Subscribe to:
Posts (Atom)


